Berita Ojs stikesmuwsb – 02 Mei 2026 | Puasa mutih merupakan tradisi unik Jawa yang dilakukan oleh calon pengantin sebelum melangsungkan pernikahan. Tradisi ini memiliki tujuan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin, serta mempersiapkan diri untuk memasuki kehidupan baru sebagai suami istri.
Definisi dan Tujuan Puasa Mutih
Puasa mutih adalah jenis puasa yang dilakukan dengan cara tidak makan dan minum apa pun, kecuali air putih, selama 24 jam. Tujuan dari puasa ini adalah untuk membersihkan diri dari segala kekotoran dan dosa, serta mempersiapkan diri untuk memasuki kehidupan baru yang suci dan bahagia.
Menurut tradisi Jawa, puasa mutih dilakukan oleh calon pengantin sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan untuk memohon restu dari Tuhan Yang Maha Esa. Dengan melakukan puasa mutih, calon pengantin diharapkan dapat membersihkan diri dari segala kekotoran dan dosa, serta mempersiapkan diri untuk memasuki kehidupan baru yang suci dan bahagia.
Tata Cara Puasa Mutih
Tata cara puasa mutih dimulai dengan melakukan persiapan diri, baik secara lahir maupun batin. Calon pengantin harus membersihkan diri dari segala kekotoran dan dosa, serta mempersiapkan diri untuk memasuki kehidupan baru.
Setelah melakukan persiapan diri, calon pengantin kemudian melakukan puasa mutih selama 24 jam. Selama puasa, calon pengantin tidak boleh makan dan minum apa pun, kecuali air putih.
Puasa mutih diakhiri dengan melakukan ritual pembukaan puasa, yang biasanya dilakukan oleh orang tua atau keluarga terdekat. Setelah puasa dibuka, calon pengantin kemudian melakukan ritual pernikahan, yang biasanya dilakukan oleh penghulu atau tokoh masyarakat.
Manfaat Puasa Mutih
Puasa mutih memiliki beberapa manfaat, baik secara lahir maupun batin. Dengan melakukan puasa mutih, calon pengantin dapat membersihkan diri dari segala kekotoran dan dosa, serta mempersiapkan diri untuk memasuki kehidupan baru yang suci dan bahagia.
Puasa mutih juga dapat membantu calon pengantin untuk meningkatkan kesabaran dan disiplin diri. Dengan melakukan puasa, calon pengantin dapat belajar untuk mengendalikan diri dan meningkatkan kesabaran, yang sangat penting dalam kehidupan pernikahan.
Menurut Syifa Hadju, yang melakukan puasa mutih sebelum menikah dengan El Rumi, puasa mutih dapat membantu untuk meningkatkan kesadaran dan kesabaran. Dengan melakukan puasa, Syifa Hadju dapat belajar untuk mengendalikan diri dan meningkatkan kesabaran, yang sangat penting dalam kehidupan pernikahan.
| No | Manfaat Puasa Mutih | Penjelasan |
|---|---|---|
| 1 | Membantu membersihkan diri dari segala kekotoran dan dosa | Puasa mutih dapat membantu calon pengantin untuk membersihkan diri dari segala kekotoran dan dosa, serta mempersiapkan diri untuk memasuki kehidupan baru yang suci dan bahagia. |
| 2 | Meningkatkan kesabaran dan disiplin diri | Puasa mutih dapat membantu calon pengantin untuk meningkatkan kesabaran dan disiplin diri, yang sangat penting dalam kehidupan pernikahan. |
| 3 | Membantu meningkatkan kesadaran | Puasa mutih dapat membantu calon pengantin untuk meningkatkan kesadaran dan kesabaran, yang sangat penting dalam kehidupan pernikahan. |
Puasa mutih merupakan tradisi unik Jawa yang dilakukan oleh calon pengantin sebelum melangsungkan pernikahan. Dengan melakukan puasa mutih, calon pengantin dapat membersihkan diri dari segala kekotoran dan dosa, serta mempersiapkan diri untuk memasuki kehidupan baru yang suci dan bahagia.
Puasa mutih memiliki beberapa manfaat, baik secara lahir maupun batin. Dengan melakukan puasa mutih, calon pengantin dapat meningkatkan kesabaran dan disiplin diri, serta mempersiapkan diri untuk memasuki kehidupan baru yang suci dan bahagia.




