Ruslan Abjaja Tsaqif
Kalau dulu Ruslan Abjaja Tsaqif sempat mengira gelar Sastra‑nya akan mengantarkannya jadi penjaga perpustakaan, ternyata ia malah tersesat ke ruang redaksi berita, di mana ia menulis headline lebih tajam daripada pedang balapnya. Di sela menyiapkan artikel, ia menurunkan helm berwarna neon, melaju menembus trotoar Surabaya sambil mengecek grafik saham—karena bagi Ruslan, adrenalin dua roda dan lonjakan nilai portofolio adalah resep kebahagiaan yang tak pernah basi. Karier jurnalistiknya yang resmi dimulai pada 2011, kini ia tetap menyeimbangkan deadline, kecepatan sepeda, dan fluktuasi pasar dengan senyum sinis yang selalu siap mengirimkan “breaking news” dari dunia dua roda dan finansial.
